Jayabakti.desa.id – Zainal Arifin Warga Desa Jayabakti Kampung Salagadog RT/RW 01/05 kurang lebih 10 tahun beliau merintisnya dari mulai tahun 2010, akan tetapi masih banyak kekurangan terhadap alat-alat kerajinannya masih tradisional karena keterbatasan modal, dan membutuhkan suport dari pemerintah, buah karyanya di bandrol dari harga Rp 7000 sampai Rp 50,000 dan di pasarkan ke lokal saja, Minggu 30/08/2020.

Menurut Zainal Arifin (pengrajin batok) “alhamdulillah saya sudah hampir 10 tahun memanfaatkan limbah batok kelapa untuk di jadikan kerajinan, dan saya selalu bersyukur masih bisa mengerjakan nya, memang ada beberapa kendala, termasuk alat-alat produksi yang masih sederhana, untuk tas dari batok kelapa saya bandrol dami mulai Rp 7000, dan untuk Batok ukir di bandrol dari mulai Rp 50.000,- dan pasarnya masih mengandalkan pemesan, belum produksi yang begitu banyak, karena keterbatasan alat produksi tadi” tuturnya

Menurut Opik (Kepala Desa) “ kami sangat mengapresiasi karya yang di buat oleh saudara Zainal Arifin, tentunya ini perlu di kembangkan, dan di edukasikan kepada masyarakat, tentu kami selaku pemerintah Desa akan mensuportnya dan akan kami arahkan bumdes untuk mengembangkan karyanya, agar pasarnya lebih luas dan besar” tuturnya

Saat ini memang sudah jarang, orang-orang kreativ yang bisa memanfaatkan limbah kelapa, biasanya limbah batok kelapa itu di jadikan arang saja, Saudara Zainal Arifin adalah salah seorang yang bisa menyulap limbah batok kelapa menjadi sebuah kerajinan yang sangat estetik dan menarik perhatian.

Bagikan Berita