Jayabakti.desa.id – Upaya Pemerintah Desa Jayabakti Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, dalam Mengamankan ketahanan air yang menjadi salah satu tantangan dalam menghadapi resiko kelangkaan (Water stress) pada tahun 2040 yaitu mengundang pakar dari Unversitas Padjajaran Bandung untuk memberikan pengarahan serta membuka ruang disukusi, pada Kamis (09/04/2020).

Bertempat di Aula Desa Jayabakti, kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Jayabakti (Opik), Ketua BPD (Sahbanani), Ketua Bumdes Jayabakti (Rudi Malik), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dosen Fisip Univeritas Padjajaran Bandung (Pakar Ketahanan Air), serta Tokoh Masyarakat.

Pakar Ketahanan air menyampaikan bahwa Asia Pasifik termasuk Indonesia akan menghadapi water stress setidak-tidaknya sampai 2040.

“Prediksi ini harus disampaikan kepada masyrakat bahwa Asia Pasifik termasuk Indonesia akan menghadapi Water stress setidak-tidaknya sampai tahun 2040,” ujarnya ketika mempin diskusi.

Permasalahan air sudah menghantui Kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia sebelum adanya Covid-19. Beberapa Isu itu adalah Polusi air, peluang konflik karena air bersih, kekeringan, kurangnya air bersih dan sanitasi serta berkurangnya biodiversitas.

Selain itu, Kepala Desa Jayabakti menyampaikan pihaknya akan paling depan dalam masalah ketahanan air.

“Tentang ketahanan air ini, kami selaku Pemerintah Desa akan terus berupaya menjaga serta memonitoring agar kebutuhan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga. Apalagi isu water stress ini sudah beredar kemana-mana, kami akan mempersiapakan sebaik mungkin,” Ujar Opik.

Sebelum acara diskusi diakhiri, opik mengajak kepada para peserta diskusi agar memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memahami pengelolaan ketahanan air ini menjadi fokus utama demi tercapainya pasokan air dalam mengairi pesawahan bagi para petani.

Bagikan Berita